Knock Sensor Bermasalah, Mesin Bisa Kehilangan Tenaga
Knock sensor merupakan komponen yang menggunakan teknologi electronic fuel injection (EFI) untuk penerapannya. Sistem pengapian akan diatur otomatis berdasarkan kondisi mobil.
Namun waktu pengapian bisa salah sehingga menyebabkan knocking atau ketukan. Di sinilah peran knock sensor. Untuk mengetahuinya lebih dalam mari mengupas fungsi dan dampak yang ditimbulkan jika knock sensor mengalami kerusakan. Silakan disimak.
Penjelasan Fungsi Knock Sensor
Knock sensor memiliki fungsi utama sebagai pengirim sinyal ke komputer mesin atau ECU. Tujuannya untuk mengatur waktu pengapian pada mesin agar knocking atau detonasi tidak terjadi.
Ketika knocking pada mesin terdeteksi oleh knock sensor, maka ECU akan menyesuaikan waktu pengapian dengan memperbaikinya dan juga mengurangi risiko kerusakan pada mesin mobil.
Knock sensor memungkinkan mesin bekerja lebih efisien. Sehingga performa mesin meningkat dan konsumsi bahan bakar tidak boros. Umur mesin juga menjadi lebih panjang dan mencegah terjadinya overheating. Selain itu ada beberapa fungsi lainnya seperti:
-
Mencegah kerusakan mesin mobil karena mesin yang mengalami knocking secara terus menerus bisa aus pada silinder, piston, dan komponen lain.
-
Emisi gas buang menjadi lebih terjaga karena knocking telah dikurangi. Itulah mengapa knock sensor bisa mengurangi emisi gas buang.
-
Sebagai pemberi sinyal waspada agar segera membawa mobil ke bengkel jika knock sensor menyala.
-
Mendeteksi terjadinya getaran pada mesin karena knock sensor bisa mengetahui masalah yang menyebabkan getaran tersebut, yakni pada sistem pembakaran.
Dampak Jika Knock Sensor Bermasalah
Setelah mengetahui fungsi dari knock sensor, saatnya masuk ke dampak jika komponen tersebut bermasalah. Pengetahuan ini akan membantu Anda memahami knock sensor lebih dalam. Berikut beberapa dampaknya:
-
Akselerasi Mobil Menjadi Berkurang
Apabila mobil Anda mengalami knocking maka akselerasi atau kecepatannya akan berkurang. Anda bisa melihatnya melalui spidometer. Jarak tempuh mobil akan berubah, tidak seperti biasanya.
Apabila hal tersebut terjadi maka segera lakukan pemeriksaan kondisi bahan bakar karena kemungkinan besar berkurangnya akselerasi akibat masalah pada bahan bakar.
-
Lampu Engine Check Menyala
Saat mobil terjadi knocking, sensor atau engine check akan menyala. Sensor tersebut berada di dashboard mobil. Anda perlu segera membawa mobil Anda ke bengkel apabila lampu engine check berkedip secara cepat.
-
Daya Mesin Hilang
Kegagalan knock sensor dalam mendeteksi adanya getaran akan menyebabkan mesin mobil kehilangan daya mesin. Akhirnya mobil pun mati secara mendadak karena proses kerusakan mesin yang terjadi lebih cepat.
-
Tidak Bisa Berkendara Secara Nyaman
Komponen knock sensor yang rusak bisa menyebabkan pengalaman berkendara menjadi kurang nyaman. Kondisi tersebut terjadi karena sistem pembakaran, bahan bakar, dan komponen mesin tidak bekerja secara optimal.
Bahkan pada kasus ekstrem, mobil akan rusak dan mogok. Maka dari itu penting untuk menjaga performa knock sensor mobil Anda.
-
Mesin Brebet atau Bergetar Saat Beroperasi
Apabila timestamp dari pengapian tidak tepat karena adanya kesalahan data sensor, maka mesin bisa kehilangan kestabilan. Sehingga menyebabkan munculnya brebet atau getaran saat beroperasi.
-
Meningkatnya Konsumsi Bahan Bakar
Sensor yang tidak bekerja optimal bisa menyebabkan pembakaran terjadi secara tidak efisien. Kondisi tersebut akan menyebabkan bahan bakar banyak terbuang. Sehingga konsumsinya boros.
Knock sensor menjadi komponen penting agar performa mesin Anda tetap terjaga baik. Dengan kondisi baik, maka knock sensor akan mencegah terjadinya kerusakan serius pada mesin.
Seperti komponen lainnya, knock sensor juga bisa mengalami kerusakan. Pastikan segera ke bengkel resmi Suzuki apabila mengalami tanda-tanda kerusakan knock sensor. Kunjungi https://suzukidutacendana.co.id/ untuk melakukan reservasi jadwal servis.