Bahaya Tekanan Angin Ban Kurang: Jangan Tunggu Sampai Kempis

icon 4 August 2026
icon Admin

Banyak pengemudi baru menyadari ada masalah pada ban saat setir sudah terasa berat atau mobil oleng di tikungan. Padahal, tekanan angin ban yang kurang sering kali menjadi penyebab awal dari berbagai masalah berkendara. Kebiasaan mengecek angin ban hanya saat akan bepergian jauh atau ketika ban sudah kempis membuat risiko keselamatan dan biaya operasional kendaraan terus membengkak. Tanpa tekanan yang sesuai rekomendasi pabrikan, performa ban tidak optimal, dan dampaknya bisa dirasakan langsung pada handling, konsumsi bahan bakar, hingga umur ban itu sendiri.

 

Dampak Tekanan Angin Ban Kurang pada Keselamatan dan Performa

Berikut adalah tiga bahaya utama yang perlu Anda pahami agar tidak meremehkan kondisi angin ban.

1. Risiko Kecelakaan Akibat Stabilitas Berkurang

Ban dengan tekanan kurang memiliki area kontak yang lebih besar dengan aspal. Meski terdengar memberikan traksi lebih, justru sebaliknya. Tekanan rendah membuat dinding samping ban lebih fleksibel, sehingga saat berbelok atau menghindari rintangan, ban tidak mampu menahan gaya lateral dengan baik. Mobil terasa limbung dan respons setir menjadi lambat. 

 

Risiko bertambah ketika jalan basah atau bergelombang: ban bisa kehilangan traksi total dan menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan. Dalam situasi darurat, seperti mengerem mendadak di kecepatan tinggi, jarak pengereman juga lebih panjang karena bidang kontak yang tidak stabil. Contoh nyata: saat menikung di jalan tol basah, pengemudi dengan tekanan ban kurang sering kaget karena mobilnya terasa "melayang" ke luar jalur.

2. Keausan Ban Tidak Merata dan Umur Ban Lebih Pendek

Tekanan udara yang tidak sesuai membuat permukaan ban tidak menyentuh aspal secara rata. Ban yang kurang angin akan aus lebih cepat pada bagian sisi dalam dan luar (shoulder), sementara telapak ban masih tebal. Hal ini mengurangi umur pakai ban secara signifikan. Selain itu, keausan yang tidak merata membuat performa ban menurun lebih cepat, dan Anda harus mengganti ban lebih awal dari seharusnya. 

 

Jika tidak segera diatasi, struktur ban dapat melemah, terutama pada dinding samping, yang berpotensi menyebabkan benjolan (bulging) atau bahkan pecah ban saat melaju di kecepatan tinggi. Pengecekan tekanan setiap dua minggu sekali dengan tekanan sesuai buku manual bisa mencegah pola keausan ini.

3. Peningkatan Konsumsi Bahan Bakar dan Beban Suspensi

Ban dengan tekanan angin kurang meningkatkan tahanan gulir (rolling resistance). Mesin harus bekerja lebih keras untuk memutar roda, sehingga konsumsi bahan bakar naik sekitar 3–5% pada tekanan yang turun drastis. Dalam pemakaian harian di perkotaan, angka ini bisa terasa dalam bentuk frekuensi isi bensin yang lebih sering. 

 

Dampak lain jatuh pada komponen suspensi, seperti shockbreaker dan bushing, yang harus menyerap lebih banyak getaran akibat ban tidak kaku. Akibatnya, komponen suspensi lebih cepat aus dan biaya perbaikannya tidak murah. Untuk mobil Suzuki yang sering digunakan di jalan berlubang, tekanan ban yang tepat membantu menjaga kenyamanan sekaligus melindungi kaki-kaki.

 

Jangan abaikan tekanan angin ban demi kenyamanan dan keselamatan berkendara. Lakukan pengecekan rutin dan dapatkan layanan perawatan ban profesional di Duta Cendana Adimandiri (Bogor). Kunjungi https://suzukidutacendana.co.id untuk informasi lebih lanjut atau jadwalkan servis kendaraan Suzuki Anda.