Bahaya Tekanan Angin Ban Kurang: Jangan Tunggu Sampai Kempis

icon 4 August 2026
icon Admin

 

Risiko bertambah ketika jalan basah atau bergelombang: ban bisa kehilangan traksi total dan menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan. Dalam situasi darurat, seperti mengerem mendadak di kecepatan tinggi, jarak pengereman juga lebih panjang karena bidang kontak yang tidak stabil. Contoh nyata: saat menikung di jalan tol basah, pengemudi dengan tekanan ban kurang sering kaget karena mobilnya terasa "melayang" ke luar jalur.

2. Keausan Ban Tidak Merata dan Umur Ban Lebih Pendek

Tekanan udara yang tidak sesuai membuat permukaan ban tidak menyentuh aspal secara rata. Ban yang kurang angin akan aus lebih cepat pada bagian sisi dalam dan luar (shoulder), sementara telapak ban masih tebal. Hal ini mengurangi umur pakai ban secara signifikan. Selain itu, keausan yang tidak merata membuat performa ban menurun lebih cepat, dan Anda harus mengganti ban lebih awal dari seharusnya. 

 

Jika tidak segera diatasi, struktur ban dapat melemah, terutama pada dinding samping, yang berpotensi menyebabkan benjolan (bulging) atau bahkan pecah ban saat melaju di kecepatan tinggi. Pengecekan tekanan setiap dua minggu sekali dengan tekanan sesuai buku manual bisa mencegah pola keausan ini.

3. Peningkatan Konsumsi Bahan Bakar dan Beban Suspensi